Julita Rista Lestari Ukir Sejarah, Jadi Wakil Kaltim di Paskibraka Nasional 2026 dari Tabang
Flayer ucapan selamat dari SMA Negeri 1 Tabang untuk Julita Rista Lestari yang telah lulus menjadi Paskibraka Nasional tahun 2026. (Doc. SMA Negeri 1 Tabang)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Dari pedalaman Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Julita Rista Lestari membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dari mana saja.
Siswi SMA Negeri 1 Tabang itu mengukir sejarah
setelah terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
Tingkat Nasional Tahun 2026 dan akan mewakili Kalimantan Timur dan Kukar dalam
upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di
Jakarta.
Keberhasilan Tata, sapaan akrab Julita,
menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Tabang. Kepala
SMA Negeri 1 Tabang, Jumran, mengatakan capaian tersebut sangat istimewa karena
jarang ada putra-putri dari Kecamatan Tabang yang mampu melangkah hingga
tingkat nasional.
Menurutnya, prestasi yang diraih Tata
sekaligus membuktikan bahwa sekolah yang berada di wilayah pedalaman juga mampu
melahirkan siswa-siswi berprestasi dan bersaing di level tertinggi.
"Dengan prestasi ini, sekolah kami yang
berada di wilayah pedalaman juga bisa terangkat. Karena ketika Tata tampil di
tingkat nasional, nama sekolah tentu tidak bisa dipisahkan dari prestasi yang
diraihnya," ujarnya kepada poskotakaltimnews pada Senin (22/6/2026).
Di balik keberhasilan tersebut, ada proses
pembinaan yang dilakukan secara konsisten sejak awal seleksi.
Jumran yang juga merupakan guru olahraga di
SMA Negeri 1 Tabang mengaku memberikan pendampingan secara intensif, terutama
untuk membangun kesiapan fisik Tata.
Setiap sore, Tata menjalani berbagai latihan
fisik mulai dari jogging, push-up, sit-up, skipping hingga lari zig-zag.
Ketika di nyatakan akan melakukan seleksi di
tingkat Nasional, tata dibimbing untuk belajar secara giat dengan pendampingan
dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai bekal menghadapi
seluruh tahapan seleksi.
"Yang pertama kali kami persiapkan adalah
fisiknya," kata Jumran.
Ia menuturkan, keberhasilan Tata tidak diraih
secara instan, melainkan melalui latihan yang disiplin dan pembinaan yang
dilakukan secara berkesinambungan.
Bahkan, lanjutanya, setelah dinyatakan lolos
ke tingkat provinsi, Tata juga mendapat dukungan dan motivasi dari Pemkab
Kukar.
"Waktu itu Ibu Rinda (Plt Kepala
Kesabangpol) membawa Tata bertemu Bupati. Di sana, Bupati memberikan dukungan
dan motivasi kepada Tata agar lebih semangat lagi," tuturnya.
Menurut Jumran, keberhasilan Tata diharapkan
menjadi pemantik semangat bagi adik-adik kelasnya.
Pasalnya, SMA Negeri 1 Tabang selama ini
secara rutin melakukan pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dan
telah mulai mempersiapkan kader-kader baru untuk mengikuti seleksi pada tahun
mendatang.
Perjalanan Tata menuju tingkat nasional
ternyata tidak hanya diwarnai perjuangan di sekolah, tetapi juga dukungan penuh
dari keluarga di rumah.
Sang ibunda, Maria, mengaku masih sulit
mempercayai putrinya yang berasal dari Kecamatan Tabang kini akan menjalankan
tugas kenegaraan di Jakarta.
"Saya juga sangat terharu dan tidak
menyangka kalau Tata, yang berasal dari ujung daerah Kecamatan Tabang, Kukar,
bisa sampai di titik ini dan lolos ke tingkat nasional. Saya sangat bangga dan
sangat bersyukur karena dia bisa berjuang hingga mencapai prestasi seperti
sekarang ini," katanya.
Maria menuturkan, Tata selama ini dikenal
sebagai anak yang sederhana dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Selain aktif dalam kegiatan organisasi di
sekolah, putrinya juga mampu mempertahankan prestasi akademik dengan selalu
meraih peringkat pertama di kelas sejak semester pertama dan dipercaya menjadi
Ketua OSIS.
"Puji Tuhan, dia bisa sampai pada
pencapaian seperti sekarang ini," ujarnya.
Menjelang keberangkatannya ke Jakarta,
keluarga terus berupaya menjaga kondisi fisik dan kesehatan Tata.
Pola makan, waktu istirahat dan rutinitas
olahraga menjadi perhatian utama agar ia dapat menjalankan tugas sebagai
anggota Paskibraka Nasional dengan baik.
"Yang penting bagaimana menjaga
kesehatannya agar tetap fit sampai hari pelaksanaan. Karena itu, kami berusaha
menjaga pola makan dan juga memberikan vitamin," tutur Maria.
Di tengah rasa bangga yang menyelimuti
keluarga, Maria berharap keberhasilan yang diraih putrinya tidak menjadi akhir
dari perjuangan, melainkan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi
sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Tabang.
"Semoga dia tetap rendah hati, tetap
semangat dalam mengejar cita-citanya, tidak meninggalkan Tuhan, dan selalu
bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan serta atas semua pertolongan
Tuhan," pungkasnya. (kriz)